Search
Title    
Rubric  
       
Login
User    
Password   

Register New Member

Forgot Password ?

  Menu
 
         
  hacked by R-S-D  
 
BEDAH PINTAS KORONER TANPA MESIN CPB DI RSJHK : LAPORAN PENDAHULUAN
Author : Tjatur Bagus Gunarto, Otte J Rachman, Harmani Kalim
Senin, 06 Agustus 2007 00:00:00
 
Bagian Kardiologi FKUI/RSJHK
 
BPK tanpa menggunakan mesin CPB merupakan prosedur revaskularisasi bedah yang mulai sering dilakukan di RSJHK akhir-akhir ini. Penelitian di berbagai senter di luar negeri memperlihatkan bahwa prosedur ini sama aman dan sama efektifnya dengan BPK menggunakan mesin CPB dalam penanganan bedah pasien-pasien PJK. BPK tanpa mesin juga memperlihatkan beberapa keuntungan sekunder seperti kurangnya perdarahan, penggunaan produk darah, serta berkurangnya lama rawat di ICU dan rumah sakit. Di Indonesia sendiri khususnya di RSJHK belum ada penelitian yang membandingkan hasil antara kedua prosedur bedah ini. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan titik akhir primer dan sekunder pasien-pasien yang menjalani BPK tanpa menggunakan mesin CPB dengan yang menggunakan mesin CPB di RSJHK. Dilakukan penelitian survey deskriptif analitik antara tanggal 17 April sampai 17 Juli 2001 pada pasien-pasien yang menjalani BPK di RSJHK. 77 pasien dimasukkan ke dalam penelitian, 63 pria dan 14 wanita. 55 pasien menjalani BPK tanpa masin CPB, 22 pasien menjalani BPK memakai mesin CPB. Dilakukan observasi selama dan paska operasi sampai minimal 1 bulan. Data dasar kedua kelompok tidak berbeda bermakna, kecuali umur yang lebih tua pada kelompok dengan mesin (60,1+6,2 dibanding 55,9+7,6 dengan p=0,025). Titik akhir primer (kematian, IMA perioperatif dan kejadian kardiovaskuler) kedua kelompok ternyata tidak berbeda bermakna. Rata-rata jumlah graft per pasien lebih banyak pada kelompok dengan mesin dibanding kelompok tanpa mesin (3,9+0,7 dibanding 3,1+0,8 dengan p=0,0003). Tidak terdapat perbedaan dalam jumlah perdarahan (produksi chest tube) dan jumlah transfusi dalam 24 jam pertama pada kedua kelompok. Penurunan fungsi kognitif lebih banyak terjadi pada pasien yang menjalani BPK dengan mesin dibanding pasien yang menjalani BPK tanpa mesin (26,7% dibanding 5,1% dengan p=0,044). Pada analisis univariat dan multivariat ternyata penurunan fungsi kognitif ini dipengaruhi oleh umur, dan lama rawat RS secara bersama-sama. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna dari komplikasi gagal ginjal akut, stroke, syok kardiogenik, atrial fibrilasi dan gangguan tidur. JUga tidak didapatkan perbedaan yang bermakna dari penggunaan obat-obatan inotropik, vasokontriktor, antiaritmia, pemakaian IABP dan TPM. Lama rawat ICU, waktu bangun, lama dalam ventilator dan lama rawat rumah sakit, tidak berbeda bermakna pada kedua kelompok. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pada pasien-pasien yang menjalan BPK di RSJHK, titik akhir primer dan sekunder pasien yang menjalani BPK tanpa masin tidak berbeda dengan yang memakai mesin, kecuali komplikasi penurunan fungsi kognitif yang lebih banyak pada pasien yang menjalani BPK dengan mesin.

Dipresentasikan 01/2002 di Bagian Kardiologi FKUI/RSJHK

 
  Another hacked by R-S-D  
 
 
Link







   
Home | Journal Collection And News | Webmail | Profiles | Staff's List | Contact Us | Forum
2007 Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI