Search
Title    
Rubric  
       
Login
User    
Password   

Register New Member

Forgot Password ?

  Menu
 
         
  hacked by R-S-D  
 
AGREGASI TROMBOSIT PADA IMA
Author : Nora Christina Hutajulu,
Senin, 06 Agustus 2007 00:00:00
 
Bagian Kardiologi FKUI/RSJHK
 
Telah dilakukan penelitian prospektif mengenai pemeriksaan agregasi trombosit pada 22 penderita IMA (12 penderita dengan infark dinding anterior, 10 penderita dengan infark dinding inferior) dan 20 orang sehat sebagai kelompok kelola. Pemeriksaan agregasi memakai cara Born (menggunakan agregometer dengan larutan ADP 5 uM sebagai zat agregator) dan cara WU-Hoak (menggunakan mesin hitung trombosit). Penderita berusia antara 40-68 tahun (rata-rata 51,6 + 7,3 tahun) dan kelompok kelola berusia antara 42-73 tahun (rata-rata 55,3 + 8,6 tahun). Pada hari pertama infark miokard, rata-rata nilai agregasi trombosit (NAT) lebih tinggi dan bermakna bila dibandingkan hari ke tujuh (p<0,05). Rata-rata NAT pada hari ke tujuh masih lebih tinggi dan bermakna bila dibandingkan dengan kelompok kelola (p<0,05). Rata-rata indeks mikrotrombus (IM) pada hari pertama lebih rendah bermakna dari hari ke tujuh infark (p<0,05), juga dengan kelompok kelola (p<0,05). Rata-rata IM pada hari ke tujuh lebih rendah dan berbeda bermakna bila dibandingkan dengan kelompok kelola (p<0,05). Lokasi infark tidak memberikan perbedaan NAT dan IM pada hari pertama maupun hari ke tujuh infark (p<0,05). Rata-rata NAT dan IM pada hari pertama, maupun hari ke tujuh infark tidak berbeda bermakna antara penderita yang perokok dengan non perokok (p<0,05). Rata-rata NAT dan IM penderita ternyata tidak mempunyai korelasi dengan kadar puncak SGOT, SGPT, CK, LDH, serta kadar kolesterol dan trigliserida. Dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa agregasi trombosit meningkat pada hari pertama infark dan menurun pada hari ke tujuh walaupun masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok kelola. Lokasi infark dan kebiasan merokok tidak mempengaruhi peningkatan agregasi trombosit. Tidak terdapat korelasi antara kadar puncak enzim dan kadar lemak darah dengan peningkatan agregasi trombosit. Hasil yang diperoleh dengan cara Wu-Hoak mempunyai korelasi negatif dengan cara Born (r=-0,46); sehingga mungkin cara ini dapat dipakai pada RS yang tidak memiliki alat agregometer.

Dipresentasikan 08/1987 di Bagian Kardiologi FKUI/RSJHK

 
  Another hacked by R-S-D  
 
 
Link







   
Home | Journal Collection And News | Webmail | Profiles | Staff's List | Contact Us | Forum
2007 Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI